
Hubungan antara Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto dengan PDI Perjuangan yang digawangi oleh Megawati Soekarnoputri kini meregang. Megawati dituding telah ingkar dari perjanjian Batu Tulis dimana salah satu poin disebut bahwa kedua partai tersebut akan mengusung Megawati sebagai capres dan Prabowo sebagai Wakilnya.
Namun demikian, Ketua Umum Partai Gerindra Dedi Supriyadi menuturkan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkoalisi dengan partai berlambang kepala banteng tersebut jika didukung sejumlah pihak di dalam tubuh partai berlambang garuda emas tersebut.
"Semuanya masih ada kemungkinan termasuk dengan PDIP," ujar Ketua DPP Partai Gerindra Dedi Supriyadi saat jumpai pers di DPP Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (7/4).
Pasalnya, lanjut Dedi, untuk membentuk sebuah parlemen yang kuat dibutuhkan koalisi dengan partai yang mempunyai satu visi dan misi.
"Itu sebagai bentuk antisipasi koalisi dengan yang dekat visi misi kita intinya, harapannya untuk membentuk parlemen yang kuat," terangnya.
Dedi menegaskan, koalisi yang dimaksut tidak hanya dengan PDI Perjuangan, melainkan begitu juga dengan partai peserta pemilu lainnya.
"Partai Gerindra akan menggandeng partai yang sesuai dengan visi-misi partai dan tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Apakah PPP atau partai lain yang akan digandeng," pungkasnya.
Bagikan Untuk Kebaikan




