Cerita Rakyat Indonesia Pada
Artikel Saya Yang Sebelumnya Mengenai Kata Mutiara erita ini bearasal
dari indonesia yang menceritakan kisah bawang putih yang baik dan bawang
merah yang jahat dan sangat enak untuk di baca. cerita ini hanya
memanjakan imajinasi kita tapi juga dapat menambah wawasan tentang
cerita rakyat bawang merah dan putih
pada saat ini cerita rakyat legenda banyak di jadikan film sinetron di
tv maka dari itu, Mungkin Teman-Teman gak Asing lagi dengan Kata Kata
ini Bahkan Sudah Sering Dengar Kali ya , Oke Lanjut aja ke inti Cerita
nya
Cerita Rakyat
pada zaman dahulu waktu di suatu hal desa tinggal suatu hal keluarga
yang terdiri dari ayah, ibu serta seorang gadis remaja yang cantik
bernama bawang putih. mereka yakni keluarga yang bahagia. walau ayah
bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun serta damai.
namun 1 hari ibu bawang putih sakit keras serta setelah itu meninggal
dunia. bawang putih sangat berduka demikian juga ayahnya.
di desa itu tinggal juga seorang janda yang memiliki anak bernama bawang
merah. sejak ibu bawang putih meninggal, ibu bawang merah sering
berkunjung ke location tinggal bawang putih. dia sering membawakan
makanan, membantu bawang putih membereskan location tinggal atau hanya
menemani bawang putih serta ayahnya mengobrol. setelah itu ayah bawang
putih berpikir bahwa mungkin makin baik kalau ia menikah saja dengan ibu
bawang merah, supaya bawang putih tidak kesepian lagi.
dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah bawang putih menikah
dengan ibu bawang merah. permulaannya ibu bawang merah serta bawang
merah sangat baik pada bawang putih. namun lama kelamaan cii-ciri asli
mereka mulai tampak. mereka kerap memarahi bawang putih serta memberinya
pekerjaan berat apabila ayah bawang putih sedang pergi berdagang.
bawang putih harus lakukan seluruh pekerjaan location tinggal, sesaat
bawang merah serta ibunya hanya sebatas duduk saja. pastinya ayah bawang
putih tidak mengetahuinya, karena bawang putih tidak dulu
menceritakannya.
1 hari ayah bawang putih jatuh sakit serta lalu meninggal dunia. sejak
saat itu bawang merah serta ibunya semakin berkuasa dan semena-mena pada
bawang putih. bawang putih hampir tidak dulu beristirahat. dia sudah
harus bangun sebelum akan subuh, untuk mempersiapkan air flow mandi dan
sarapan untuk bawang merah serta ibunya. lalu dia harus berikanlah makan
ternak, menyirami kebun serta bersihkan pakaian ke sungai. lalu dia
terus harus menyetrika, membereskan location tinggal, dan masih banyak
pekerjaan yang lain. namun bawang putih selalu kerjakan pekerjaannya
dengan gembira, karena dia menginginkan satu waktu ibu tirinya bisa
mencintainya layaknya anak kandungnya sendiri.
pagi ini layaknya biasa bawang putih membawa bakul diisi pakaian yang
bisa dicucinya di sungai. dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalur
setapak pinggirdi pinggir rimba kecil yang biasa dilewatinya. hari itu
cuaca sangat cerah. bawang putih segera bersihkan seluruh pakaian kotor
yang dibawanya. dikarenakan amat terlalu asyiknya, bawang putih tidak
tahu bahwasalah satu pakaian telah hanyut terbawa arus. celakanya
pakaian yang hanyut yakni pakaian yang sangat disayangi ibu tirinya.
waktu tahu tentang itu, pakaian ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh.
bawang putih cobalah menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak
sukses menemukannya. dengan putus harapan dia kembali ke location
tinggal dan menceritakannya pada ibunya.
“dasar asal-asalan! ” bentak ibu tirinya. “aku tidak mau tahu, pokoknya
anda harus melacak pakaian itu! serta jangan sampai berani pulang ke
location tinggal kalau kau belum menemukannya. tahu? ”
bawang putih terpaksa menuruti hasrat ibun tirinya. dia segera menyusuri
sungai tempatnya bersihkan tadi. mataharisudah mulai meninggi, namun
bawang putih belum juga mendapatkan pakaian ibunya. dia meletakkan
matanya, dengan cermat diperiksanya masing-masing juluran akar yang
menjorok ke sungai, siapa tahu pakaian ibunya tersangkut disana. setelah
jauh ambil langkah serta matahari sudah condong ke barat, bawang putih
tengok seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. maka bawang
putih kemukakan pertanyaan: “wahai paman yang baik, apakah paman tengok
pakaian merah yang hanyut melewati sini? karena saya harus
mendapatkan serta membawanya pulang.
” “ya tadi saya tengok nak. kalau anda mengejarnya cepat-cepat, mungkin
kau bisa mengejarnya, ” kata paman itu.
“baiklah paman, terima kasih! ” kata bawang putih serta segera lari
kembali menyusuri. hari sudah mulai gelap, bawang putih sudah mulai
putus harapan. sebentar lagi malam bisa tiba, serta bawang putih. dari
terlampau jauh tampak cahaya lampu yang datang dari suatu hal gubuk
tepidi tepi sungai. bawang putih segera hampiri location tinggal itu dan
mengetuknya.
“permisi…! ” kata bawang putih. seorang wanita tua buka pintu.
“siapa anda nak? ” bertanya nenek itu.
“saya bawang putih nek. tadi saya sedang melacak pakaian ibu saya yang
hanyut. serta sekarang ini kemalaman. bolehkah saya tinggal di sini
malam ini? ” bertanya bawang putih.
“boleh nak. apakah pakaian yang kau mencari berwarna merah? ” bertanya nenek.
“ya nek. apa…nenek menemukannya? ” bertanya bawang putih.
“ya. tadi pakaian itu tersangkut di depan rumahku. sayang, walau
sesungguhnya saya senang pakaian itu, ” kata nenek. “baiklah saya bisa
mengembalikannya, tetapi kau harus menemaniku dulu disini selama 1
minggu. sudah lama saya tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana? ”
pinta nenek. bawang putih berpikir sesaat. nenek itu tampak kesepian.
bawang putih lantas lantas iba. “baiklah nek, saya bisa menemani nenek
selama 1 minggu, asal nenek tidak bosan saja denganku, ” kata bawang
putih dengan tersenyum.
selama 1 minggu bawang putih tinggal dengan nenek tersebut.
masing-masing hari bawang putih membantu lakukan pekerjaan location
tinggal nenek. pastinya nenek itu lantas senang. hingga setelah itu
genap sudah 1 minggu, nenek lantas memanggil bawang putih.
“nak, sudah 1 minggu kau tinggal di sini. serta saya senang karena kau
anak yang rajin serta berbakti. sebab itu pas janjiku kau dapat membawa
pakaian ibumu pulang. serta satu lagi, kau dapat memastikan satu dari
dua labu kuning ini sebagai hadiah! ” kata nenek.
awalannya bawang putih menolak diberi hadiah tetapi nenek terus
memaksanya. setelah itu bawang putih memastikan labu yang amat kecil.
“saya takut tidak kuat membawa yang besar, ” paparnya. nenek lantas
tersenyum serta mengantarkan bawang putih hingga depan location tinggal.
sesampainya di area tinggal, bawang putih menyerahkan pakaian merah
punya ibu tirinya sesaat dia pergi ke dapur untuk membelah labu
kuningnya. alangkah terkejutnya bawang putih waktu labu itu terbelah,
didalamnya nyatanya diisi emas permata yang sangat banyak. dia berteriak
dikarenakan amat gembiranya serta memberitahukan tentang ajaib ini ke
ibu tirinya serta bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas
serta permata tersebut. mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan
bagaimana dia bisa beroleh hadiah tersebut. bawang putih lantas
menceritakan dengan sejujurnya.
mendengar cerita bawang putih, bawang merah serta ibunya berencana untuk
kerjakan tentang yang sama tetapi sekarang ini bawang merah yang bisa
mengerjakannya. singkat kata setelah itu bawang merah sampai di location
tinggal nenek tua pinggirdi pinggir sungai tersebut. layaknya bawang
putih, bawang merah lantas diminta untuk menemaninya selama 1 minggu.
tidak layaknya bawang putih yang rajin, selama 1 minggu itu bawang merah
hanya bermalas-malasan. seandainya ada yang dikerjakan maka selanjutnya
tidak dulu bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. setelah
itu setelah 1 minggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi.
“bukankah tentunya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu
selama 1 minggu? ” bertanya bawang merah. nenek itu terpaksa menyuruh
bawang merah memastikan diantara dari dua labu yang di menawarkan.
dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar serta tanpa
mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.
sesampainya di location tinggal bawang merah segera menjumpai ibunya
serta dengan gembira tunjukkan labu yang dibawanya. karena takut bawang
putih bisa menginginkan segi, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi
ke sungai. lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. tetapi
nyatanya tidak cuma emas permata yang keluar dari labu tersebut, namun
binatang-binatang berbisa layaknya ular, kalajengking, serta seterusnya.
binatang-binatang itu segera menyerang bawang merah serta ibunya hingga
tewas. tersebut balasan untuk orang yang serakah.
source
Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih
9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.