Selamat Datang Di Situs Jasa Adsense Resmi Indonesia
Home » » Gerindra Tahu Siapa yang Menyerang Prabowo di Dunia Maya

Gerindra Tahu Siapa yang Menyerang Prabowo di Dunia Maya

Gerindra Tahu Siapa yang Menyerang Prabowo di Dunia Maya 

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Faldi Zon menganggap calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto adalah kandidat calon presiden yang paling banyak menerima serangan black campaign, terutama di dunia maya.
Fadli kepada wartawan di Gerindra Media Center, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (7/6/2014), mengatakan bahwa isu-isu yang ditimpakan ke Prabowo Subianto adalah isu soal penculikan aktivis seputar peristiwa 1997-1998.
"Saya selama lima belas tahun terakhir sudah menjelaskan, bahwa Prabowo tidak terlibat," katanya.
Pada Mei 1998, Prabowo adalah Pangkostrad TNI AD, dan Pangkostrad bukan lah panglima komando utama yang bisa menggerakkan pasukan jika keadaan negara genting. Kata dia yang berhak menggerakan pasukan adalah Panglima ABRI, yang saat itu dijabat Jendral Wiranto, yang kini maju sebagai calon presiden dari Partai Hanura.
Fadli juga menyebut akun Twitter Abraham Samad, dan akun tersebut bukan lah milik ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Akun tersebut terus melancarkan black campaign ke Prabowo, salah satunya soal kicauan bahwa jika calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko "Jokowi" Widodo tiba-tiba ditemukan tewas, maka Prabowo lah yang harus diduga bertanggungjawab.
Pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua pada 2012 lalu, PDIP dan Partai Gerindra masih berhubungan erat. Jokowi yang maju sebagai calon Gubernur berpasangan dengan Basuki Tjahaja "Ahok" Purnama dari Partai Gerindra. PDIP dan Gerindra pun mempelopori kampanye di dunia maya, salah satunya dengan Jokowi Ahok Social Media Volunteer (JASMEV). Puluhan ribu relawan JASMEV saat itu mengkampanyekan Jokowi - Ahok di dunia maya.
Sekarang menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), banyak partai melakukan pola-pola serupa seperti yang dilakukan oleh PDIP - Gerindra, bedanya Prabowo kini menjadi korban.
"Saat itu kami tidak black campaign, tapi negatif campaign, saat ini yang terjadi itu black campaign, walau pun polanya sama. Tapi kira-kira kita tahu siapa pelaku black campaign itu," tandasnya.
Bagikan Untuk Kebaikan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Comments
0 Comments

0 komentar... read them below or add one

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:

Post a Comment

AiRa LoKa - Blog of tutorials