Selamat Datang Di Situs Jasa Adsense Resmi Indonesia
Home » » Golkar Disebut Penentu Pasangan Capres Pemilu 2014

Golkar Disebut Penentu Pasangan Capres Pemilu 2014

Golkar Disebut Penentu Pasangan Capres Pemilu 2014 

JAKARTA - Jaringan Suara Indonesia (JSI) memprediksi hanya tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mengikuti pemilihan presiden 2014. Hal itu terlihat dari perolehan suara pada pemilu legislatif 9 April lalu.
"Jokowi. Prabowo dan ARB. Dari ketiganya ARB menjadi kunci dari Pilpres mendatang," kata Direktur Riset JSI, Eka Kusmayadi dalam keterangannya, Jumat (11/4/2014).
Eka menilai Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) menjadi penentu pada saat ini.
"Golkar sedang galau. Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya internal yang dikaitkan dengan hasil hitung cepat pemilihan legislatif kemarin," ujarnya.
ARB harus menyelesaikan internal Golkar dengan cepat untuk memuluskan dirinya menjadi Capres. Eka menambahkan kendala ARB yang utama saat ini terbesar justru di intermal Golkar.
Mengenai pasangan ARB ia mengsulkan sebaiknya tokoh yang populer dan mempunya basis masa yang jelas. Ini untuk menutupi kekurang suara yang diperoleh Golkar saat ini.
"Untuk partai Golkar bisa menggandeng partai papan. Golkar penuh pengalaman bisa melakukan itu, sperti Demokrta, PKB, PAN, PKS dan Hanura. Beberapa sosok yang dapat mendorong ARB menjadi cawapres diantaranya Dahlan Iskan dan Mahfud MD," ungkapnya.
Sedangkan Prabowo tidak mempunyai masalah diinternal Gerindra, namun ia mempunyai masalah di popularitas dan elektabilitas untuk maju sebagai capres. Gerindra membutuhkan partai yang mempunyai suara yang kuat dan sosok yang populis untuk mendorong Prabowo.
"Untuk partai Gerindara sepertinya sudah berkomunikasi dengan Demokrat dan PPP. Bila ini terjadi akan jadi kekuatan untuk mendorong Prabowo menjadi capres. Untuk sosok pendamping diantaranya Abraham Samad, Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa," katanya.
Ketiga figus ini bisa mengangkat elektabilitas dan peroleh suara dari Prabowo. Selain itu ketiganya dianggap bisa saling melengkapi dan sesuai dengan karakter kepemimpinan Prabowo.
Sedangkan, Joko Widodo menjadi figur yang paling populis dan mempunyai elektabilitas tinggi dibanding kedua calon diatas. Kekurangan Jokowi hanya belum terlalu memahami ekonomi makro nasional, pemerintahan secara nasional dan sikap yang terlalu egaliter.
"PDIP harus berkoalisi dengan partai papan tengah untuk membulatkan suara. Partai yang nampaknya cocok diantaranya Nasdem, PKB dan partai tengah lainnya. Bahkan memungkin untuk merangkul yang papan bawah," ujarnya.
Sementara sosok pasangan yang bisa melengkapi ini diantaranya Jusuf Kalla, Hatta Rajasa."Selain itu saya dengar ada nama Ryamizard Ryakudu. Sosok ini bisalah untuk mengimbangsi gaya Jokowi yang sangat egaliter," jelasnya.
Mengenai pasangan Wiranto-Hary Tanoesoedibjo dari hasil hitungan JSI tidak akan ikut dalam pemilihan presiden pada Juli 2014 mendatang. Ini berdasarkan perolehan suara dari Hanura yang bertada dikisaran lima persen.
"Kalau mau maju WIN-HT. Itu nekat. Resikonya sangat besar. Bukan hanya harus mengumpulkan koalisi yang besar. Pasangan ini juga harus menggenjot popularitas dan elektabilitas," pungkasnya.
Bagikan Untuk Kebaikan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Comments
0 Comments

0 komentar... read them below or add one

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:

Post a Comment