Selamat Datang Di Situs Jasa Adsense Resmi Indonesia
Home » » Dikeroyok geng motor, anggota Polantas diselamatkan warga

Dikeroyok geng motor, anggota Polantas diselamatkan warga

Dikeroyok geng motor, anggota Polantas diselamatkan warga

Aksi brutal ratusan pelajar yang dalam balap liar atau yang sering disebut geng motor di Kota Dumai, Riau, semakin memprihatinkan. Mereka bahkan berani mengeroyok seorang anggota polisi.

Ratusan anggota geng motor itu memukuli anggota polisi dengan menggunakan kayu bloti ukuran kepalan tangan. Bahkan polisi nahas itu juga menyeret tubuh anggota tubuh polisi tersebut.

Informasi yang dirangkum merdeka.com, Onal Putra, salah seorang warga Dumai menceritakan Minggu (13/4), kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (12/4) lalu. Tindakan aksi para pebalap liar di kawasan Jalan Sudirman Pasar Lepin Ramayana Kota Dumai.

"Awalnya, ratusan pelajar yang usianya sekitar belasan tahun itu terlibat balap liar, namun datang dua unit mobil patroli, yang masing-masing berisi dua orang polisi, berniat membubarkan kerumunan geng motor tersebut, namun bukannya bubar, ratusan geng motor tersebut malah makin menjadi," ujar Onal.

Seorang anggota polisi yang diketahui bernama Briptu Edo pun turun dari mobil patroli sendirian, sedangkan 3 polisi lainnya masih berada dalam mobil.

"Setelah agak jauh dari mobil patroli, Briptu Edo pun dikepung anggota geng motor itu, teman-teman polisi lainnya yang berada dalam mobil patroli sebanyak 3 orang tersebut pergi meninggalkan Briptu Edo, khawatir ikut menjadi korban amukan geng motor," ujar Onal.

Melihat Briptu Edo ditinggal teman-temannya, para geng motor mendekatinya, mereka memaki-maki dan sebagiannya mendekatinya, melihat anggota geng motor yang begitu banyak, Briptu Edo berusaha menghindar, namun sayang dia tak bisa kabur, dan melihat ada tiang di depannya, dia pun berpegangan agar tidak diseret," kata Onal.

Tak ayal, para anggota geng motor yang sebagian besar membawa kayu bloti tersebut pun mengolok-oloknya, serta memaki-maki dan sesekali melayangkan pukulan dan tendangan ke bagian tubuh polisi tersebut.

Briptu Edo sempat ditarik dan diseret-seret di jalanan hingga sejauh 2 kilometer oleh ratusan pebalap liar tersebut. Dan polisi yang terlihat lemah, tampak pasrah saat mendapat tindakan-tindakan tidak manusiawi yang di lakukan oleh ratusan pebalap liar tersebut.

Melihat aksi ribut-ribut, Ketua RT 18 Kelurahan Bintan, Muhammad Naji datang bersama puluhan warganya, dan melihat polisi yang tersandra massa dari kalangan remaja itu, spontan warga bersama ketua RT tersebut pun membantu melepaskan polisi itu dari sekapan pembalap liar.

"Ketua RT bersama warga pun datang menyelamatkan polisi itu, para Ibu-ibu mengawal di bagian depan, sedangkan ratusan warga itu datang mengamuk minta polisi itu dikeluarkan," ujar Onal lagi.

Melihat puluhan warga yang juga membawa kayu, para geng motor membubarkan diri dan melepaskan polisi tersebut. Briptu Edo pun diamankan di rumah RT setempat. Dalam penyelamatan tersebut, Ketua RT 18 Kelurahan Bintan Muhammad Naji sempat mendapat tekanan-tekanan dari massa.

Beberapa saat kemudian, puluhan anggota Brimob datang untuk menyelamatkan rekannya yang sudah terlebih dahulu diselamatkan warga, Briptu Edo pun dilarikan ke RSUD.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo saat dikonfirmasi merdeka.com terkait pengeroyokan anggota polisi oleh ratusan geng motor tersebut mengaku tidak tahu, bahkan dia membantah adanya kabar tersebut.

"Saya sudah tanya ke Kapolres Dumai (AKBP Yudi Kurniawan), dia menyampaikan bahwa tidak ada anggota polisi yang dikeroyok geng motor," kata Guntur.

Menurut Guntur, cerita sebenarnya ratusan remaja yang tengah melakukan aksi balap liar berhasil dibubarkan anggota polisi yang tengah patroli. "Tidak ada pengeroyokan terhadap polisi, kalau ada kan sudah ditindak itu geng motornya, yang benar adalah ratusan remaja yang tengah balap liar dibubarkan, dan tidak ada perlawanan, dan setelah itu, polisi juga melihat ada sekumpulan orang yang tengah minum-minum," terang Guntur.

Anggota polisi pun meninggalkan lokasi setelah sempat berdialog dengan warga di sekitar daerah tersebut karena tidak ada kegiatan lainnya yang meresahkan.

"Jadi tidak benar ada polisi yang diseret-seret, dipukul dan ditendang. Itu tidak benar," pungkas Guntur.
Bagikan Untuk Kebaikan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Comments
0 Comments

0 komentar... read them below or add one

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:

Post a Comment