Selamat Datang Di Situs Jasa Adsense Resmi Indonesia
Home » » Efek Jokowi Tidak Besar, Rakyat Sudah Pintar

Efek Jokowi Tidak Besar, Rakyat Sudah Pintar

Efek Jokowi Tidak Besar, Rakyat Sudah Pintar 

JAKARTA - Sebelum pemilu legislatif dilaksanakan, banyak pihak memprediksi efek pencapresan Joko Widodo (Jokowi) akan mengangkat jauh suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun berdasarkan hasil quick count, efek Jokowi ternyata tidak sebesar yang diperkirakan.
Menurut peneliti Charta Politika, Arya Fernandes, hasil quick count yang ketat membuktikan bahwa ini murni merefleksikan hasil kerja pimpinan dan kader partai. Selain itu hasil tersebut mencerminkan kualitas organisasi ditambah dengan profil ketokohan dari para pimpinan partai dan caleg-calegnya.
Ia memaparkan kesimpulan dari hasil quick count ada tiga. Pertama, pengalaman, kerja keras, dan soliditas partai menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan figur capres.
"Kedua, efek Jokowi tidak besar bahkan cenderung menurun karena justru banyak ditinggalkan oleh pendukungnya setelah menerima pencalonan sebagai capres PDIP. Namun tanpa Jokowi sebagai capres, perolehan suara PDIP bisa jauh lebih kecil lagi," ujar Arya, Rabu (9/4/2014).
Faktor ketiga, lanjut Arya, semua partai kembali ke basisnya di pemilih tradisionalnya masing-masing karena rakyat sudah tidak percaya pada pencitraan semata-mata.
"Setelah ini, ketiga capres dari tiga partai terkemuka akan segera sibuk untuk membentuk koalisi dengan partai lain. Satu alat tawar utama yang akan panas dinegosiasikan adalah posisi calon wakil Presiden (cawapres), diikuti dengan negosiasi jumlah kursi di kabinet sebagai alat tawar kedua," paparnya.
Arya menambahkan, cawapres yang populer di mata pemilih menjadi penentu mana koalisi partai yang akan memenangkan pemilihan Presiden. Bahkan menurutnya, figur cawapres punya bobot lebih tinggi dibandingkan profil partai hasil quick count.
"Partai menengah atau kecil, kalau punya figur cawapres yang sangat populer bisa bisa punya daya tawar yang lebih tinggi daripada partai yang lebih besar tapi tidak punya figur cawapres," ungkapnya.
"Sebaliknya partai pemenang hasil quick count, bisa jatuh koalisinya di pilpres jika tidak punya cawapres yang diinginkan rakyat," katanya.
Bagikan Untuk Kebaikan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Comments
1 Comments

1 komentar... read them below or add one

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:
Catatan Harian Irfan said...

Jokowi kan belum selesai jadi Gubernurnya ko beliau mau saja di calonin Presiden terus daa tugas tugasnya sebagai gubernur gimana dongs yah -__-


Post a Comment